Jumat, 19 April 2019

KE UTAMAAN MALAM NISFU SYA'BAN


KE UTAMAAN MALAM NISFU SYA'BAN
MLM SABTU TGL 19-20-/14-15 APRIL /SA'BAN

Malam nisfu Sya’ban memiliki keutamaan yang besar, ia termasuk waktu yang mustajabah dibuat berdoa. Perisitiwa-peristiwa besar terjadi di malam penuh berkah tersebut. Demikian pula dengan malam Lailatul Qadar, memiliki keistimewaan yang sangat agung. Ia adalah malam yang diharapkan oleh setiap Muslim di seluruh penjuru dunia.

Allah memperlihatkan malam nisfu Sya’ban kepada siapa pun. Tidak ada yang dirahasiakan tentang terjadinya malam nisfu Sya’ban. Waktu dan tanggalnya sudah jelas dan tidak berubah-ubah di setiap tahunnya, yaitu malam tanggal 15 bulan Sya’ban.

Berbeda dengan malam Lailatul Qadar. Allah sangat merahasiakan kapan malam seribu bulan tersebut terjadi. Bisa tanggal 21, 23, 25, 27 atau bahkan di sepanjang bulan Ramadlan berpotensi Lailatul Qadar, namun kapan persisnya benar-benar menjadi misteri.

Pertanyaannya kemudian, mengapa Allah tak merahasiakan malam nisfu Sya’ban tapi merahasiakan Lailatul Qadar? Padahal, keduanya sama-sama malam yang dipenuhi limpahan rahmat.

Syekh Abdul Qadir al-Jilani menegaskan bahwa Lailatul Qadar dirahasiakan karena ia lebih dominan sisi rahmat dan ampunan di dalamnya. Barangsiapa menghidupi Lailatul Qadar, ia diberi kemuliaan dan pahala yang tidak terhingga. Oleh karena itu, Allah merahasiakannya agar umat Islam tidak mengandalkan Lailatul Qadar sebagai satu-satunya waktu untuk beribadah secara serius. Dengan dirahasiakannya Lailatul Qadar, semakin tampak siapa hamba yang betul-betul menjaga konsistensi ibadahnya dan siapa yang hanya beribadah secara musiman.

Hal ini berbeda dengan malam Nisfu Sya’ban. Meski di dalamnya dipenuhi limpahan rahmat, namun pada malam tersebut lebih dominan sisi “penentuan nasib” seorang manusia. Di malam nisfu Sya’ban, amal perbuatan manusia selama satu tahun dilaporkan di hadapan-Nya. Manusia diuji selama satu tahun, apakah ia semakin dekat dengan-Nya atau justru semakin diperbudak oleh nafsunya. Di malam tersebut Allah memberi keputusan siapa yang layak mendapat ridha-Nya dan siapa yang tertimpa azab-Nya. Di malam tersebut tampak siapa yang beruntung dan celaka. Oleh karena hal tersebut, malam nisfu Sya’ban tidak dirahasiakan oleh Allah.

Syekh Abdul Qadir al-Jilani mengatakan:

وقيل إن الحكمة في أن الله تعالى أظهر ليلة البراءة وأخفى ليلة القدر لأن ليلة القدر ليلة الرحمة والغفران والعتق من النيران، أخفاها الله لئلا يتكلوا عليها

“Dikatakan, hikmah Allah memperlihatkan malam pembebasan (nisfu Sya’ban) dan menyamarkan Lailatul Qadar adalah bahwa Lailatul Qadar merupakan malam kasih sayang, pengampunan, dan pemerdekaan dari neraka. Allah menyamarkan Lailatul Qadar agar para manusia tidak mengandalkannya.”

وأظهر ليلة البراءة لأنها ليلة الحكم والقضاء وليلة السخط والرضاء ليلة القبول والرد والوصول والصد، ليلة السعادة والشقاء والكرامة والنقاء فواحد فيها يسعد والآخر فيها يبعد، وواحد يجزى ويخزى وواحد يكرم وواحد يحرم، واحد يهجر وواحد يؤجر

“Dan Allah memperlihatkan malam pembebasan (nisfu Sya’ban) karena ia adalah malam penghakiman dan pemutusan, malam kemurkaan dan keridhaan, malam penerimaan dan penolakan, malam peyampaian dan penolakan, malam kebahagiaan dan kecelakaan, malam kemuliaan dan pembersihan. Sebagian orang beruntung, sebagian yang lain dijauhkan dari rahmat-Nya, ada yang dibalas pahala, ada pula yang dihinakan, ada yang dimuliakan, ada pula yang dicegah dari rahmat-Nya, salah seorang didiamkan, salah seorang diberi pahala.”  (Syekh Abdul Qadir al-Jilani, Ghunyah al-Thalibin, hal. 283)
Oleh karna itu para ulama' menganjurkan baca yasi 3x
1 nyuun nambein iman ben islam
2 nyuum barokah umur se esseh ibadah
3 nyuun barokah rizki yg halal

Demikianlah hikmah mengapa Allah tidak merahasiakan malam nisfu Sya’ban. Semoga di malam nisfu Sya’ban kita termasuk dari hamba-hamba-Nya yang beruntung mugeh mamfaattah amiin..


Kisah kemasyarakatan tentang syeikh siti jenar


SYEKH SITI JENAR

Konon saat menjalani hukuman mati, Syekh Siti Jenar tidak langsung meninggal dunia. Menurut kisah rakyat, Syekh Siti Jenar sempat empat kali hidup dan mati setelah keris Ki Kantanaga menghujam tubuhnya.

Syekh Siti Jenar diperkirakan berasal dari Baghdad dengan aliran Syi'ah Muntadar. Dia kemudian menetap di Pengging, Jawa Timur. Dari sana Syekh Siti Jenar mengajarkan agama kepada Ki Ageng Pengging (Kebo Kenongo) dan masyarakat sekitar.

Namun ajaran Syekh Siti Jenar tidak disetujui para Wali Songo lantaran Syekh Siti Jenar menganggap dirinya menyatu dengan Tuhan. 

Pandangan Syekh Siti Jenar yang menganggap alam kehidupan manusia di dunia hanya sebagai kematian, atau setelah menemui ajal disebut sebagai kehidupan sejati, dimana dia adalah manusia dan sekaligus Tuhan, dianggap sangat menyimpang dari pendapat Wali Songo, dalil qur'an, dan hadits.

Syekh Siti Jenar juga dianggap telah merusak ketentraman dan melanggar peraturan Kerajaan Demak.

Atas legitimasi dari Sultan Demak, diutuslah beberapa wali ke tempat Syekh Siti Jenar di suatu daerah (ada yang mengatakan Desa Krendhasawa), untuk menghukum mati Syekh Siti Jenar pada 1506 M.

Sebelum wafat, Syekh Siti Jenar sempat berpesan kepada para dewan wali atau Wali Songo bahwa kelak pada suatu zaman akan ada kerbo bule mata kucing (orang bule) naik dari laut. Itulah menjadi tanda musibah kepada anak cucu masyarakat Indonesia.

Ajaran Syekh Siti Jenar mempunyai efek khusus yang kita anggap sebagai insiden di antara pemuka-pemuka Agama Islam pada abad ke 16 M. Sebab ketika itu, lambat laun banyak orang-orang yang mengaji tasawuf/ hakiki mengikuti ajaran Syekh Siti Jenar, misalnya : perihal ilmu bedanya antara Kawula dan Gusti dan Tunggalnya Kawula dan Gusti.

Pengakuan Syekh Siti Jenar yang menganggap dirinya menyatu dengan Tuhan membuat Wali Songo di Jawa menggelar sidang menyikapi ajaran Syekh Siti Jenar. 

Dalam sidang tersebut, Sembilan Wali sepakat menjatuhkan hukuman mati bagi Syekh Siti Jenar. Syekh Siti Jenar saat itu pun menyetujui putusan tersebut dan meminta agar hukuman segera dilaksanakan. 

Saat itu, berdasarkan kesepakatan para wali, yang bertindak sebagai algojo adalah Sunan Kudus dengan keris Ki Kantanaga yang diberikan oleh Sunan Gunung Jati.

Eksekusi mati terhadap Syekh Siti Jenar berlangsung di halaman Masjid Agung Cirebon secara terbuka, sehingga semua masyarakat dapat menyaksikan eksekusi tersebut.

Menurut cerita rakyat pula, sebelum eksekusi berlangsung, sempat ada kejadian mencengangkan. Yakni saat keris Ki Kantanaga dihujamkan ke tubuh Syekh Siti Jenar, terdengar suara keras seperti beradunya kedua besi yang sangat besar.

Lalu para wali saling tersenyum sambil berkata, "Masak ada Allah seperti besi?!".

Syekh Siti Jenar kemudian menjawab, "Coba, tusuklah sekali lagi!"

Ketika tusukkan kedua, Syekh Siti Jenar menghilang tidak ada wujud jasadnya.

Para wali berkata kembali, "Masak matinya Allah seperti itu, seperti matinya syetan..?!"

Secepat kilat Syekh Siti Jenar menampakan diri kembali, sambil berkata, "Coba tusuk sekali lagi!"

Ketika tusukan ketiga, Syekh Siti Jenar membujur tergolek di lantai masjid, dari lukanya keluar darah merah, dan para wali berkata kembali, "Masak matinya Allah seperti matinya seekor anjing..?"

Pada saat itu Syekh Siti Jenar bangun, hidup kembali tanpa luka dan berkata, "Coba tusuk sekali lagi!"

Kemudian pada tusukan keempat, Syekh Siti Jenar rebah, mati, dan dari lukanya mengalir darah putih. Seketika itu, para wali berkata kembali, "Masak matinya Allah seperti matinya cacing?!".

Karena berkali-kali tusukan selalu mati, hidup, mati, hidup, maka Syekh Siti Jenar berkata, "Lalu harus bagaimana mati saya menurut keinginan Anda?" 

Dan dijawab oleh seluruh wali, "Biasa saja. Seperti orang tidur yg badannya lemas, begitulah mati bagi seorang Insanul kamil..!"

Sesudah itu, ditusuklah jasadnya dan wafatlah Syekh Siti Jenar seperti umumnya manusia. Namun keanehan tetap terjadi, tiba2 jasad beliau mengecil sebesar kuncup bunga melati dan baunya semerbak mewangi bau harumnya melati. (Wallahu A'lam Bisshawab).

Ada juga kisah kebenaran tentang syekh siti jenar KLIK DISIN

Kisah kebenaran tentang Syeikh siti Jenar


🌷 Kisah kebenaran tentang:

                     SYEIKH SITI JENAR
                   ``````````````````````````````

THORIQOH MU'TABAROH SUDAH ADA SEJAK DAHULU KALA DI BUMI NUSANTARA.

Syeh Siti Jenar adalah seorang Sayyid, Ulama pengikut Thoriqoh Ahlul Bait Rosululloh SAW.

Nama asli Syekh Siti Jenar adalah Sayyid Hasan ’Ali Al-Husaini, dilahirkan di Persia, Iran. Kemudian setelah dewasa mendapat gelar Syaikh Abdul Jalil. Dan ketika datang untuk berdakwah ke Caruban, sebelah tenggara Cirebon. Dia mendapat gelar 👳Syaikh Siti Jenar atau Syaikh Lemah Abang atau Syaikh Lemah Brit.

👳Syaikh Siti Jenar adalah seorang sayyid atau Habib keturunan dari Rosululloh Saw.

Nasab lengkapnya adalah Syekh Siti Jenar [Sayyid Hasan ’Ali] bin Sayyid Sholih bin Sayyid ’Isa ’Alawi bin Sayyid Ahmad Syah Jalaluddin bin Sayyid ’Abdullah Khan bin Sayyid Abdul Malik Azmat Khan bin Sayyid ‘Alwi ‘Ammil Faqih bin Sayyid Muhammad Shohib Mirbath bin Sayyid ‘Ali Kholi Qosam bin Sayyid ‘Alwi Shohib Baiti Jubair bin Sayyid Muhammad Maula Ash-Shaouma’ah bin Sayyid ‘Alwi al-Mubtakir bin Sayyid ‘Ubaidillah bin Sayyid Ahmad Al-Muhajir bin Sayyid ‘Isa An-Naqib bin Sayyid Muhammad An-Naqib bin Sayyid ‘Ali Al-’Uraidhi bin Imam Ja’far Ash-Shodiq bin Imam Muhammad al-Baqir bin Imam ‘Ali Zainal ‘Abidin bin Imam Husain Asy-Syahid bin Sayyidah Fathimah Az-Zahra binti Nabi Muhammad Rosululloh Saw.

Syaikh Siti Jenar lahir sekitar tahun 1404 M di Persia, Iran. Sejak kecil ia berguru kepada ayahnya Sayyid Sholih dibidang Al-Qur’an dan Tafsirnya. Dan Syaikh Siti Jenar kecil berhasil menghafal Al-Qur’an usia 12 tahun.

Kemudian ketika Syaikh Siti Jenar berusia 17 tahun, maka ia bersama ayahnya berdakwah dan berdagang ke Malaka. Tiba di Malaka ayahnya, yaitu Sayyid Sholih, diangkat menjadi Mufti Malaka oleh Kesultanan Malaka dibawah pimpinan Sultan Muhammad Iskandar Syah. Saat itu. Kesultanan Malaka adalah di bawah komando Kholifah Muhammad 1, Kekholifahan Turki Utsmani. Akhirnya Syaikh Siti Jenar dan ayahnya bermukim di Malaka.

Kemudian pada tahun 1424 M, Ada perpindahan kekuasaan antara 👑Sultan Muhammad Iskandar Syah kepada 👑Sultan Mudzaffar Syah. Sekaligus pergantian mufti baru dari 👳Sayyid Sholih [ayah Siti Jenar] kepada 👳Syaikh Syamsuddin Ahmad.

Pada akhir tahun 1425 M. Sayyid Sholih beserta anak dan istrinya pindah ke Cirebon. Di Cirebon Sayyid Sholih menemui sepupunya yaitu Sayyid Kahfi bin Sayyid Ahmad.

Posisi Sayyid Kahfi di Cirebon adalah sebagai Mursyid Thoriqoh Al-Mu’tabaroh Al-Ahadiyyah dari sanad Utsman bin ’Affan. Sekaligus Penasehat Agama Islam Kesultanan Cirebon. Sayyid Kahfi kemudian mengajarkan ilmu Ma’rifatulloh kepada Siti Jenar yang pada waktu itu berusia 20 tahun. Pada saat itu Mursyid Al-Thoriqoh Al-Mu’tabaroh Al-Ahadiyah ada 4 orang, yaitu:

⏩1. 👳Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik), sebagai Mursyid Thoriqoh al-Mu’tabaroh al-Ahadiyyah, dari sanad sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq, untuk wilayah ▶Jawa Timur, ▶Jawa Tengah, ▶Bali, ▶Sulawesi, ▶Kalimantan, ▶Nusa Tenggara, ▶Maluku, dan sekitarnya

⏩2. 👳Sayyid Ahmad Faruqi Sirhindi, dari sanad Sayyidina ’Umar bin Khotthob, untuk wilayah 🌍Turki, 🌍Afrika Selatan, 🌍Mesir dan sekitarnya,

⏩3. 👳Sayyid Kahfi, dari sanad Sayyidina Utsman bin ’Affan, untuk wilayah 🌐Jawa Barat, 🌐Banten, 🌐Sumatera, 🌐Champa, dan 🌐Asia tenggara

⏩4. 👳Sayyid Abu Abdulloh Muhammad bin Ali bin Ja’far al-Bilali, dari sanad Imam ’Ali bin Abi Tholib, untuk wilayah 🎯Makkah, 🎯Madinah, 🎯Persia, 🎯Iraq, 🎯Pakistan, 🎯India, 🎯Yaman.

📚Kitab-Kitab yang dipelajari oleh Siti Jenar muda kepada 👳Sayyid Kahfi ( Syeikh Datuk Kahfi Cirebon) adalah 📒Kitab Fusus Al-Hikam karya Ibnu ’Arabi, 📒Kitab Insan Kamil karya Abdul Karim al-Jilli, 📒Ihya’ Ulumuddin karya Al-Ghozali, 📕Risalah Qushoiriyah karya Imam al-Qushoiri, 📖Tafsir Ma’rifatullah karya Ruzbihan Baqli, 📗Kitab At-Thawasin karya Al-Hallaj, 📓Kitab At-Tajalli karya Abu Yazid Al-Busthamiy. Dan 📙Quth al-Qulub karya Abu Tholib al-Makkiy.

Sedangkan dalam ilmu Fiqih Islam, Siti Jenar muda berguru kepada 👳Sunan Ampel selama 8 tahun. Dan belajar ilmu ushuluddin kepada 👳Sunan Gunung Jati selama 2 tahun.

✔Setelah wafatnya Sayyid Kahfi, Siti Jenar diberi amanat untuk menggantikannya sebagai Mursyid Thoriqoh Al-Mu’tabaroh Al-Ahadiyyah dengan sanad Utsman bin ’Affan.

Di antara murid-murid Syaikh Siti Jenar adalah:

1. 🎓Muhammad Abdullah Burhanpuri,
2. 🎓Ali Fansuri,
3. 🎓Hamzah Fansuri,
4. 🎓Syamsuddin Pasai,
5. 🎓Abdul Ra’uf Sinkiliy, dan lain-lain.

KESALAHAN SEJARAH TENTANG SYAIKH SITI JENAR YANG MENJADI FITNAH adalah:

1. Menganggap bahwa Syaikh Siti Jenar berasal dari cacing. Sejarah ini bertentangan dengan akal sehat manusia dan Syari’at Islam.

Tidak ada bukti referensi yang kuat bahwa Syaikh Siti Jenar berasal dari cacing. Ini adalah sejarah bohong. Dalam sebuah naskah klasik, Serat Candhakipun Riwayat jati ; Alih aksara; Perpustakaan Daerah Propinsi Jawa Tengah, 2002, hlm. 1, cerita yg masih sangat populer tersebut dibantah secara tegas, “Wondene kacariyos yen Lemahbang punika asal saking cacing, punika ded, sajatosipun inggih pancen manungsa darah alit kemawon, griya ing dhusun Lemahbang.” [Adapun diceritakan kalau Lemahbang (Syekh Siti Jenar) itu berasal dari cacing, itu salah. Sebenarnya ia memang manusia yang akrab dengan rakyat jelata, bertempat tinggal di desa Lemah Abang]….

2. “Ajaran Manunggaling Kawulo Gusti” yang diidentikkan kepada Syaikh Siti Jenar oleh beberapa penulis sejarah Syaikh Siti Jenar adalah bohong, tidak berdasar alias ngawur.

Istilah itu berasal dari Kitab-kitab Primbon Jawa. Padahal dalam Suluk Syaikh Siti Jenar, beliau menggunakan kalimat “Fana’ wal Baqa’. Fana’ Wal Baqa’ sangat berbeda penafsirannya dengan Manunggaling Kawulo Gusti. Istilah Fana’ Wal Baqa’ merupakan ajaran tauhid, yang merujuk pada Firman Allah: ”Kullu syai’in Haalikun Illa Wajhahu”, artinya “Segala sesuatu itu akan rusak dan binasa kecuali Dzat Allah”. Syaikh Siti Jenar adalah penganut ajaran Tauhid Sejati, Tauhid Fana’ wal Baqa’, Tauhid Qur’ani dan Tauhid Syar’iy.

3. Dalam beberapa buku diceritakan bahwa Syaikh Siti Jenar meninggalkan Sholat, Puasa Ramadhan, Sholat Jum’at, Haji dsb.

Syaikh Burhanpuri dalam Risalah Burhanpuri halaman 19 membantahnya, ia berkata, “Saya berguru kepada Syaikh Siti Jenar selama 9 tahun, saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, bahwa dia adalah pengamal Syari’at Islam Sejati, bahkan sholat sunnah yang dilakukan Syaikh Siti Jenar adalah lebih banyak dari pada manusia biasa. Tidak pernah bibirnya berhenti berdzikir “Allah..Allah..Allah” dan membaca Shalawat nabi, tidak pernah ia putus puasa Daud, Senin-Kamis, puasa Yaumul Bidh, dan tidak pernah saya melihat dia meninggalkan sholat Jum’at”.

4. Beberapa penulis telah menulis bahwa kematian Syaikh Siti Jenar, dibunuh oleh Wali Songo, dan mayatnya berubah menjadi anjing.

Bantahan saya: “Ini suatu penghinaan kepada seorang Waliyullah, seorang cucu Rasulullah. Sungguh amat keji dan biadab, seseorang yang menyebut Syaikh Siti Jenar lahir dari cacing dan meninggal jadi anjing. Jika ada penulis menuliskan seperti itu. Berarti dia tidak bisa berfikir jernih. Dalam teori Antropologi atau Biologi Quantum sekalipun.Manusia lahir dari manusia dan akan wafat sebagai manusia. Maka saya meluruskan riwayat ini berdasarkan riwayat para habaib, ulama’, kyai dan ajengan yang terpercaya kewara’annya. Mereka berkata bahwa Syaikh Siti Jenar meninggal dalam kondisi sedang bersujud di Pengimaman Masjid Agung Cirebon. Setelah sholat Tahajjud. Dan para santri baru mengetahuinya saat akan melaksanakan sholat shubuh.“

5. Cerita bahwa Syaikh Siti Jenar dibunuh oleh Sembilan Wali adalah bohong. Tidak memiliki literatur primer.

Cerita itu hanyalah cerita fiktif yang ditambah-tambahi, agar kelihatan dahsyat, dan laku bila dijadikan film atau sinetron. Bantahan saya: “Wali Songo adalah penegak Syari’at Islam di tanah Jawa. Padahal dalam Maqaashidus syarii’ah diajarkan bahwa Islam itu memelihara kehidupan [Hifzhun Nasal wal Hayaah]. Tidak boleh membunuh seorang jiwa yang mukmin yang di dalam hatinya ada Iman kepada Allah. Tidaklah mungkin 9 waliyullah yang suci dari keturunan Nabi Muhammad akan membunuh waliyullah dari keturunan yang sama. Tidak bisa diterima akal sehat.”

Penghancuran sejarah ini, menurut ahli Sejarah Islam Indonesia (Azyumardi Azra) adalah ulah Penjajah Belanda, untuk memecah belah umat Islam agar selalu bertikai antara Sunni dengan Syi’ah, antara Ulama’ Syari’at dengan Ulama’ Hakikat.

Bahkan Penjajah Belanda telah mengklasifikasikan umat Islam Indonesia dengan Politik Devide et Empera [Politik Pecah Belah] dengan 3 kelas:

1) Kelas Santri [diidentikkan dengan 9 Wali]
2) Kelas Priyayi [diidentikkan dengan Raden Fattah, Sultan Demak]
3) Kelas Abangan [diidentikkan dengan Syaikh Siti Jenar]

Wahai kaum muslimin melihat fenomena seperti ini, maka kita harus waspada terhadap upaya para kolonialist, imprealis, zionis, freemasonry yang berkedok orientalis terhadap penulisan sejarah Islam.

📣Hati-hati jangan mau kita diadu dengan sesama umat Islam.

❎Jangan mau umat Islam ini pecah. Ulama’nya pecah. Mari kita bersatu dalam naungan Islam untuk kejayaan Islam dan umat Islam.

۞اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤

🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
( Salam kopi pait 234 )


Ada juga kisah lain dari kemasyarakatan
Tentang syekh siti jenar KLIK DISINI

Kamis, 18 April 2019

ARTI HASTAG/KATA #INAelectionObserverSOS


Apa Arti Dan Tujuan Dari Hastag # INAelectionObserverSOS ?
Belakangan ini khususnya minggu-minggu ini lagi hangat-
hangatnya tagar #INAelectionObserverSOS hingga menjadi
trending topik dunia di twitter bahkan sudah mencapai 400 ribu
lebih twit yang menggunakan tagar ini dan akan terus
bertambah.
Pengertian Umum Hastag #INAelectionObserverSOS ?
Hashtag #INAelectionObserverSOS inimemiliki arti jika pemilu
Indonesia darurat lembaga pemilu yang independen dan
disinyalir ditunggangi oleh oknum pemerintah sehingga
kurangnya kepercayaan masyarakat kepada lembaga
pemerintah.
Masyarakat Indonesia sudah tidak percaya dengan
penyelenggara pemilu (KPU) dan Bawaslu serta aparat negara
terutama POLRI yang dinilai sudah tidak netral. Sehingga
rakyat indonesia meminta pengawas/pemantau PEMILU
Internasional dengan tujuan agar pemilu di Indonesia berjalan
dengan Aman, Jujur dan Adil.
#INAelectionObserverSOS
Tagar atau hastag INAelectionObserverSOS memiliki 4 kata
yang masing-masing kata memiliki artinya sendiri-sendiri.
* INA: adalah kode singkatan untuk Indonesia yang digunakan
oleh IOC (International Olympic Committee) atau Komite
Olimpiade Internasional.
* election: jika diartikan mengandung makna pemilihan atau
pemilu (pemilihan umum).
* Observer: mengandung arti pengamat atau pemerhati,
pengamat/pemerhati disini mungkin ditujukan kepada aparat
penegak hukum dalam hal ini adalah aparat kepolisian.
* SOS: sedangkan kata SOS adalah sebuah kode morse
internasional yang berarti tanda bahaya.
Nah, dari sedikit pemaparan diatas pasti sudah bisa tergambar
diangan-angan sobat, apa arti atau maksud dari tagar
INAelectionObserverSOS ? Menurut pendapat saya sendiri,
tagar INAelectionObserverSOS adalah suatu bentuk tindakan
ketidakpuasan dan bahkan ketidakpercayaan terhadap
netralitas pihak “Observer” atau dalam hal ini adalah aparat
kepolisian terutama dalam hal kontestasi pemilu terutama
pemilihan umum calon presiden dan calon wakil presiden 17
April mendatang.
Salah satu Pemicu Hastag ini dibuat karena telah terjadi
beberapa hal seperti beredarnya video sejumlah oknum aparat
yang menyanyikan yel yel mendukung Jokowi.
Hashtag ini sendiri berawal dari @Heraloebs dan
@MyNameNdon yang menginginkan pemilu yang adil dan
adanya pemantau pemilu yang independen. Hingga berita ini
diturunkan Hashtag ini menjadi trending topic di Google
dengan mencapai 10 ribu klik.
.
.
.
.
.
Sumber : https://gimana.net/apa-arti-dan-tujuan-dari-hastag-
inaelectionobserversos/


Watshap Mod

Assalamualaikum Lur gimana sehat.?
Alhamdulillah Selalu bersyukur atas kesehatan yg Allah s.w.t berikan kpd kita sampai saat ini kita masih bisa bernafas😇 walaupun hidup kita seadanya. dan semoga allah meridhoi langkah jalan hidup kita di samping mencari rizqi dan amal ibadah yg bermanfaat amiin.. 😇😇😇 oke langsung aja ya lur..
Silahkan yang  mau wa apk nya
Download  di sini  Iyasmodapk

Cara instalnya seperti biasa di timpah aja gpp.  Oke terimakasih wasalamualaikum w.r.w.b